Pengaruh Pelatihan pada Toleransi Resiko

Mengurangi Kecelakaan Pertambangan dengan Mengevaluasi Perilaku

Dalam manajemen risiko, pilihan bagaimana menangani risiko termasuk pilihan untuk mentoleransi risiko, bukan untuk mengabaikan, membiarkan atau mentransfer risiko ke pihak lain. Untuk mentoleransi risiko tidak berarti bahwa seseorang ingin memiliki risiko sekitarnya, juga tidak berarti bahwa seseorang tidak pernah melakukan tindakan untuk mengurangi risiko atau berfikir bahwa mustahil untuk menanganinya. Ini hanya berarti pada saat ini, yang mungkin tidak praktis, tak terjangkau untuk teknologi atau keadaan yang sedemikian rupa sehingga Kita bersedia untuk hidup dengan risiko untuk saat ini, dan mungkin bahkan dalam waktu yang lebih lama. 

Pengusaha sering berasumsi bahwa pelatihan keselamatan memfasilitasi perilaku yang aman. Asumsi ini tidak memperhitungkan peran bahwa toleransi terhadap risiko berperan di tempat kerja untuk pengambilan keputusan.

Menurut sebuah studi oleh Carolyn C. Lehmann, Joel M. Haight, dan Judd H. Michael (Effects of Safety Training on Risk Tolerance: An Examination of Male Workers in the Surface Mining Industry) asumsi ini tidak memperhitungkan peran bahwa toleransi pada setip resiko berperan untuk pengambilan keputusan.
di tempat kerja.

Sebuah survei yang digunakan untuk membantu dalam evaluasi tingkat toleransi terhadap risiko bagi pekerja tambang batu di Pennsylvania. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keselamatan kerja tidak berhubungan dengan toleransi terhadap risiko pekerja dan jumlah yang dilaporkan hours of non-workplace meningkatan pelatihan keselamatan, demikian juga toleransi pekerja untuk situasi risiko pribadi yang tinggi.

Tidak ada hubungan yang terdeteksi antara toleransi terhadap risiko seorang pekerja yang melaporkan peristiwa terkait dengan keselamatan. Pekerja yang memiliki pelatihan keselamatan non-workplace yang lebih toleran risiko daripada rekan-rekan mereka yang tidak melaporkan pelatihan keselamatan.

Aris mahasiswa polisafaris rantauPekerja dengan dependents lebih sedikit toleran terhadap situasi risiko pribadi yang tinggi dibandingkan mereka yang tanpa dependents.

Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan keselamatan kerja saja sebaiknya tidak digunakan oleh pengusaha untuk memastikan yang sesuai terkait risiko pengambilan keputusan oleh karyawan.

Pendekatan komprehensif  yang diperlukan, itu tidak mengecualikan pelatihan, tetapi juga tergantung pada unsur-unsur lain dari suatu organisasi sistem manajemen keselamatan untuk mengendalikan risiko di tempat kerja.

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan Anda selalu dihargai, tapi jangan :
1.) SP4M!
2.) H4TERS!
3.) PROMO!
4.) OUT TOPIC
5.) NOT P0RN0GRAPHY!
Disini tidak ada Link atau Url Aktif / Hidup! apabila tidak sesuai akan dianggap sampah dan dimasukkan ke filter spаm. Jadi mohon kerja samanya.